Selasa, 01 Mei 2012

Menyoal Asmaul Husna Menurut ESQ

 

 
Selama 12 tahun berdiri ESQ dianggap telah banyak menyumbangkan konsep untuk memperoleh jalan yang membawa manusia dalam mengoptimalkan 3 potensi yang ada di dirinya untuk memperoleh karakter yang tangguh, peningkatan produktivitas sekaligus melahirkan kehidupan yang bahagia dan penuh makna. Tidak hanya mencakupi kehidupan sosial, Ary Ginanjar, pendiri ESQ banyak merumuskan konsep yang juga berkenaan dengan kehidupan spiritualis. Salah satu dari konsep spiritualis ini adalah konsep pemahaman Asmaul Husna.

Ummat Islam sejak zaman dahulu telah mengenal bahwa mereka memiliki ketauhidan yang tidak hanya dirumuskan dalam persepsi Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah, tapi juga dirumuskan melalui Tauhid Asma wa Syifaa. Mungkin karena sebab inilah ESQ mengusung Asmaul Husna dalam konsep yang ditawarkannya. Berikut sebuah artikel pendek dari official web ESQ mengenai Asmaul Husna yang merupakan gambaran Asmaul Husna menurut konsep ESQ:
                                                        
Asmaul Husna
Allah memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena Allah menyukai bilangan yang ganjil.

Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Sembilan puluh sembilan nama tersebut menggambarkan betapa baiknya Allah. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, Allah sendirilah yang menciptakannya.

Dia-lah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24)

Sebutlah nama-nama Allah, dalam setiap zikir dan doa kita. Jika kita memohon diberi petunjuk, sebutlah nama Al-Hâdi (Maha Pemberi Petunjuk). Jika kita mohon diberi sifat kasih sayang, sebutlah nama Ar-Rahmân (Maha Pengasih). Semoga doa kita akan semakin makbul. Anjuran untuk menggunakan Asmaul Husna dalam berzikir dan berdoa, diterangkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran.

Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A’râf: 180)

Asmaul Husna hanya milik Allah SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.[1]


Maka dapat disimpulkan bahwa inti dari Asmaul Husna menurut ESQ ada pada paragraf akhir, yaitu: “Asmaul Husna hanya milik Allah SWT. Manusia sebagai makhluk-Nya hanya dapat memahami, mempelajari, dan meniru kandungan makna dari nama yang baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.”

Dengan kata lain, konsep Asmaul Husna menurut ESQ mencerminkan bahwa manusia dapat bukan hanya dapat memahami atau mempelajari, tapi juga meniru apa-apa yang ada dalam Asmaul Husna. Dalam konteks ini, manusia dapat juga menyerupai atau memiliki apa-apa yang dimiliki Allah dalam Asmaul Husna. Ada sifat-sifat yang diadopsi dari Dzat Allah hingga laik disebut sifat manusia.[2]

Ambil saja salah satu contohnya Al-Baari’, Yang Maha Mengadakan dari yang Tiada. Dalam Asmaul HUsna, Dzat Allah tersebut berarti Yang Maha Mengadakan dari yang Tiada sedang bagi sifat manusia yang meniru Dzat Allah, arti Al-Baari’ adalah Discovery, atau menemukan sesuata yang baru, seperti laiknya Marconi menemukan radio.

Konsep yang pernah dipermasalahkan oleh Amin Djamaluddin, seorang pakar di MUI dan Bernard Abdul Jabbar ini, menjelaskan bahwa Dzat Allah dalam Asmaul Husna harus manusia tiru dan teladani. Jadi, ada sisi yang dapat dicapai manusia dalam Dzat Tuhannya.
ESQ sendiri tidak menegaskan bahwa manusia dapat meniru Tuhannya, Alah SWT. ESQ hanya memberikan konsep bahwa ada Dzat Allah yang dapat disifati oleh manusia. [3] ESQ juga menyarankan bahwa Asmaul Husna sebaiknuya dihafal dan dibaca saat berdoa.



No
Nama
Arti
Antara lain
terdapat dalam
1
ar-Rahmaan
Yang Maha Pemurah
Al-Faatihah: 3
2
ar-Rahiim
Yang Maha Pengasih
Al-Faatihah: 3
3
al-Malik
Maha Raja
Al-Mu’minuun: 11
4
al-Qudduus
Maha Suci
Al-Jumu’ah: 1
5
as-Salaam
Maha Sejahtera
Al-Hasyr: 23
6
al-Mu’min
Yang Maha Terpercaya
Al-Hasyr: 23
7
al-Muhaimin
Yang Maha Memelihara
Al-Hasyr: 23
8
al-’Aziiz
Yang Maha gagah

Aali ‘Imran: 62
9
al-Jabbaar
Yang Maha Perkasa
Al-Hasyr: 23
10
al-Mutakabbir
Yang Memiliki Kebesaran
Al-Hasyr: 23
11
al-Khaaliq
Yang Maha Pencipta
Ar-Ra’d: 16
12
al-Baari’
Yang Mengadakan dari Tiada
Al-Hasyr: 24
13
al-Mushawwir
Yang Membuat Bentuk
Al-Hasyr: 24
14
al-Ghaffaar
Yang Maha Pengampun
Al-Baqarah: 235
15
al-Qahhaar
Yang Maha Perkasa
Ar-Ra’d: 16
16
al-Wahhaab
Yang Maha Pemberi
Aali ‘Imran: 8
17
ar-Razzaq
Yang Maha Pemberi Rezki
Adz-Dzaariyaat: 58
18
al-Fattaah
Yang Maha Membuka (Hati)
Sabaa’: 26
19
al-’Aliim
Yang Maha Mengetahui
Al-Baqarah: 29
20
al-Qaabidh
Yang Maha Pengendali
Al-Baqarah: 245
21
al-Baasith
Yang Maha Melapangkan
Ar-Ra’d: 26
22
al-Khaafidh
Yang Merendahkan
Hadits at-Tirmizi
23
ar-Raafi’
Yang Meninggikan
Al-An’aam: 83
24
al-Mu’izz
Yang Maha Terhormat
Aali ‘Imran: 26
25
al-Mudzdzill
Yang Maha Menghinakan
Aali ‘Imran: 26
26
as-Samii’
Yang Maha Mendengar
Al-Israa’: 1
27
al-Bashiir
Yang Maha Melihat
Al-Hadiid: 4
28
al-Hakam
Yang Memutuskan Hukum
Al-Mu’min: 48
29
al-’Adl
Yang Maha Adil
Al-An’aam: 115
30
al-Lathiif
Yang Maha Lembut
Al-Mulk: 14
31
al-Khabiir
Yang Maha Mengetahui
Al-An’aam: 18
32
al-Haliim
Yang Maha Penyantun
Al-Baqarah: 235
33
al-’Azhiim
Yang Maha Agung
Asy-Syuura: 4
34
al-Ghafuur
Yang Maha Pengampun
Aali ‘Imran: 89
35
asy-Syakuur
Yang Menerima Syukur
Faathir: 30
36
al-’Aliyy
Yang Maha Tinggi
An-Nisaa’: 34
37
al-Kabiir
Yang Maha Besar
Ar-Ra’d: 9
38
al-Hafiizh
Yang Maha Penjaga
Huud: 57
39
al-Muqiit
Yang Maha Pemelihara
An-Nisaa’: 85
40
al-Hasiib
Yang Maha Pembuat Perhitungan
An-Nisaa’: 6
41
al-Jaliil
Yang Maha Luhur
Ar-Rahmaan: 27
42
al-Kariim
Yang Maha Mulia
An-Naml: 40
43
ar-Raqiib
Yang Maha Mengawasi
Al-Ahzaab: 52
44
al-Mujiib
Yang Maha Mengabulkan
Huud: 61
45
al-Waasi’
Yang Maha Luas
Al-Baqarah: 268
46
al-Hakiim
Yang Maha Bijaksana
Al-An’aam: 18
47
al-Waduud
Yang Maha Mengasihi
Al-Buruuj: 14
48
al-Majiid
Yang Maha Mulia
Al-Buruuj: 15
49
al-Baa’its
Yang Membangkitkan
Yaasiin: 52
50
asy-Syahiid
Yang Maha Menyaksikan
Al-Maaidah: 117
51
al-Haqq
Yang Maha Benar
Thaahaa: 114
52
al-Wakiil
Yang Maha Pemelihara
Al-An’aam: 102
53
al-Qawiyy
Yang Maha Kuat
Al-Anfaal: 52
54
al-Matiin
Yang Maha Kokoh
Adz-Dzaariyaat: 58
55
al-Waliyy
Yang Maha Melindungi
An-Nisaa’: 45
56
al-Hamiid
Yang Maha Terpuji
An-Nisaa’: 131
57
al-Muhshi
Yang Maha Menghitung
Maryam: 94
58
al-Mubdi’
Yang Maha Memulai
Al-Buruuj: 13
59
al-Mu’id
Yang Maha Mengembalikan
Ar-Ruum: 27
60
al-Muhyi
Yang Maha Menghidupkan
Ar-Ruum: 50
61
al-Mumiit
Yang Maha Mematikan
Al-Mu’min: 68
62
al-Hayy
Yang Maha Hidup
Thaahaa: 111
63
al-Qayyuum
Yang Maha Mandiri
Thaahaa: 11
64
al-Waajid
Yang Maha Menemukan
Adh-Dhuhaa: 6-8
65
al-Maajid
Yang Maha Mulia
Huud: 73
66
al-Waahid
Yang Maha Tunggal
Al-Baqarah: 133
67
al-Ahad
Yang Maha Esa
Al-Ikhlaas: 1
68
ash-Shamad
Yang Maha Dibutuhkan
Al-Ikhlaas: 2
69
al-Qaadir
Yang Maha Kuat
Al-Baqarah: 20
70
al-Muqtadir
Yang Maha Berkuasa
Al-Qamar: 42
71
al-Muqqadim
Yang Maha Mendahulukan
Qaaf: 28
72
al-Mu’akhkhir
Yang Maha Mengakhirkan
Ibraahiim: 42
73
al-Awwal
Yang Maha Permulaan
Al-Hadiid: 3
74
al-Aakhir
Yang Maha Akhir
Al-Hadiid: 3
75
azh-Zhaahir
Yang Maha Nyata
Al-Hadiid: 3
76
al-Baathin
Yang Maha Gaib
Al-Hadiid: 3
77
al-Waalii
Yang Maha Memerintah
Ar-Ra’d: 11
78
al-Muta’aalii
Yang Maha Tinggi
Ar-Ra’d: 9
79
al-Barr
Yang Maha Dermawan
Ath-Thuur: 28
80
at-Tawwaab
Yang Maha Penerima Taubat
An-Nisaa’: 16
81
al-Muntaqim
Yang Maha Penyiksa
As-Sajdah: 22
82
al-’Afuww
Yang Maha Pemaaf
An-Nisaa’: 99
83
ar-Ra’uuf
Yang Maha Pengasih
Al-Baqarah: 207
84
Maalik al-Mulk
Yang Mempunyai Kerajaan
Aali ‘Imran: 26
85
Zuljalaal wa al-’Ikraam
Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan
Ar-Rahmaan: 27
86
al-Muqsith
Yang Maha Adil
An-Nuur: 47
87
al-Jaami’
Yang Maha Pengumpul
Sabaa’: 26
88
al-Ghaniyy
Yang Maha Kaya
Al-Baqarah: 267
89
al-Mughnii
Yang Maha Mencukupi
An-Najm: 48
90
al-Maani’
Yang Maha Mencegah
Hadits at-Tirmizi
91
adh-Dhaarr
Yang Maha Pemberi Derita
Al-An’aam: 17
92
an-Naafi’
Yang Maha Pemberi Manfaat
Al-Fath: 11
93
an-Nuur
Yang Maha Bercahaya
An-Nuur: 35
94
al-Haadii
Yang Maha Pemberi Petunjuk
Al-Hajj: 54
95
al-Badii’
Yang Maha Pencipta
Al-Baqarah: 117
96
al-Baaqii
Yang Maha Kekal
Thaahaa: 73
97
al-Waarits
Yang Maha Mewarisi
Al-Hijr: 23
98
ar-Rasyiid
Yang Maha Pandai
Al-Jin: 10
99
ash-Shabuur
Yang Maha Sabar
Hadits at-Tirmizi



[1]. Artikel pendek dari http://gerakjalanesq.wordpress.com/2008/05/09/99-asmaul-husna-nama-nama-Allah
[2]. Hasil wawancara dan diskusi seorang Trainer ESQ Bandung yang menolak disebutkan namanya
[3]. Hasil wawancara dan diskusi seorang Trainer ESQ Bandung yang menolak disebutkan namanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar